Siapa sih yang tak ingin jadi Pengusaha Muda Sukses seperti Yasa Singgih

Men's Republic

Siapa bilang jadi pengusaha sukses harus nunggu tua dulu, buktinya Yasa Singgih berhasil membuktikannya, dengan umur yang tergolong masih muda, Yasa Singgih berhasil mengibarkan brand Men’s Republic menjadi brand yang layak diperhitungkan di bisnis fashion. Never Too Young to Become Billionaire menjadi kartu truf yang selalu dipegang oleh Yasa Singgih.Dengan keyakinan yang begitu kuat dibarengi usaha yang tak kenal menyerah, Yasa Singgih berhasil membuktikan dia bisa menjadi pengusaha muda sukses

Memang kesuksesan pemuda kelahiran Bekasi ini tidak dihasilkan semudah seperti membalikan telapak tangan, ada usaha dan jerih payah yang telah dilalui olehnya, tak salah jika dia menjadi inspirasi banyak anak muda Indonesia untuk terus berkarya dan berusaha menjadi entrerpreneur- entrerpreneur sukses.

Awal Mula berdirinya Men’s Republic

Terlepas dari cerita sukses Yasa Singgih mengibarkan brand Men’s Republic, pastinya terdapat cerita yang menarik yang perlu kita tahu, berawal ketika dia masih duduk dibangku kelas 3 SMP, pemuda yang saat itu masih berumur 15 tahun, dia melihat ayahnya terkena sakit jantung, saat itulah dia memutuskan untuk tidak ingin membebani kedua orang tuanya, sebagai orang yang tidak pandai berbicara didepan umum, dengan keberanian dan modal nekat, dia memberanikan diri memulai bisnisnya dengan cara menjadi MC di acara Mall Mall.

Tak jarang diumurnya yang masih 15 tahun, dia harus membawakan acara merek rokok yang tentunya untuk 18 tahun ke atas, dari setiap kali dia menjadi MC acara dia mendapatkan penghasilan 350rb.

Dari semula menjadi MC, selepas masuk SMA dia banting setir mencoba berbisnis lampu hias dan berbisnis kaos, dia awalnya membeli 24 kaos untuk dijual lagi, akan tetapi yang dipikirkan jauh dari kenyataan, dari 24 kaos yang terjual hanya 2 buah, itupun 1 kaos dibeli oleh ibunya sendiri.

Baca Juga: Sally Giovani, Perempuan Cantik Sukses Bisnis Destinasi Wisata Batik Trusmi

Yasa Singgih tidak kapok, dengan buku “The Power of Kepepet” karangan Setiabudi yang pernah dibacanya, dia makin tersulut semangatnya, dia meberanikan diri membeli kaos di Pasar Tanah Abang sampai menghabiskan uang 4juta rupiah.

Sesampai dirumah, dia berpikir ulang, bagaimana caranya menjual kembali kaos kaos yang telah ia beli, dengan kenekatannya dan tanpa ada strategi marketing dia mulai menjual kembali kaosnya dan akhirnya meskipun sulit dia pun berhasil menjual kaos-kaosnya.

Setelah berhasil menjual dagangan kaosnya, diapun mulai berpikir untuk membuat brand sendiri yang akhirnya diberi nama Man’s Republic, Brand Men’s Republic pun mulai berkibar dan bangkit, selanjutnya ia berpikir untuk membuka usaha lain selain Men’s Republic, ia mulai membuka kedai yang diberi nama Kedai ini Teh Kopi.

Kebangkitan yang berujung kebangkrutan ini Teh Kopi

Bisnis baru Yasa Singgih Ini Teh Kopi mengalami berkembangan pesat, Usaha yang awalnya hanya di daerah kebon jeruk, membuka cabang ini Teh Kopi di Mall Ambassador, sayangnya perkembangan yang terlalu pesat pada usaha ini teh kopi tidak dibarengi dengan perhitungan yang matang, dan pada akhirnya usaha ini teh kopi mengalami kebangkrutan.

dengan kebangkrutan usaha ini teh kopi merembet ke usaha Men’s Republic, modal yang seharusnya untuk membesarkan Men’s Republic digunakan Yasa Singgih untuk usaha ini teh kopi, akhirnya usaha ini teh kopi bangkrut dan disusul men’s Republic.

Jika dihitung hitung Yasa Singgih mengalamai kerugian mencapai 100 juta, sebagai anak yang masih duduk dikelas 3 SMA, uang 100juta dinilai sangat besar.

Baca Juga: Anak yang dulunya Angon Bebek, Eka Lesmana Sukses Bisnis di Internet

Ia pun urung mengembangkan usaha Men’s Republic, terlebih lagi pada saat itu dia harus mengikuti Ujian Nasional SMA, akhirnya semua usahanya pun berakhir dan bangkrut.

Mengibarkan Kembali Men’s Republic

Selepas dia ujian nasional, dia masih penasaran dengan usaha yang dia geluti, meskipun dia baru saja kehilangan uang mencapai 100jt, dia tidak berhenti untuk mencoba lagi mengibarkan brand Men’s Republic, berbekal nama besar Men’s Republic yang pernah berkibar sebelumnya, Yasa Singgih memulai bisnisnya tanpa modal alias modal Nol Besar, akhirnya ada juga pabrik yang memberinya 250 sepatu untuk Yasa Singgih jual, dengan waktu 2 bulan sepatu-sepatu tersebut wajib terjual semua.

Dengan kegigihannya serta nama besar Brand Men’s Republic, akhirnya dia berhasil menjual sepatu tersebut, tetapi sebelum itu dia sedikit melakukan survey kepada pelanggan Men’s Republic yang digunakan untuk dijadikan dasar penetapan harga yang pas untuk Produk Brand Men’s Republic.

Sekarang Men’s Republic telah bekerja sama dengan 7 pabrik, Yasa Singgih hanya memegang hak merek dari Men’s Republic, dari usahanya itu, Yasa Singgih berhasil memperoleh keuntungan mencapai 40% dengan penjualan rata rata 500 sepatu per bulan.

Saat ini Yasa Singgih focus mengembangkan bisnisnya dengan social media serta toko online, sekarang dia sering dipanggil untuk mengisi seminar seminar bisnis.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kreativitas adalah Lokomotif, Gerbongnya adalah Bidang Usaha

Inspirasi Bisnis Seorang Miliuner Pendiri Alibaba Group Bernama Jack Ma