in

Kreativitas adalah Lokomotif, Gerbongnya adalah Bidang Usaha

Menilik kembali pada pemberian Tuhan dan mencoba untuk merenungkan semuanya, tak perlu ditanya apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, tetapi harus kita sadari jika pemberian Tuhan sangatlah dasyat. Jadi apa yang bisa kita ingkari atas pemberian dan kenikmatan Tuhan.

Kalimat di atas adalah sepenggal rasa syukur yang mungkin patut kita amini, karena Tuhan sudah begitu baik memberikan kenikmatan kepada kita, salah satunya adalah nikmat pikiran.

Dengan pikiran kita dapat melakukan semuanya, kita diberikan kebebasan untuk mengatur pikiran kita sendiri, begitu juga dengan menumbuhkan lokomotiv usaha yang bernama Kreativitas, kreativitas timbul dari pikiran, ketika kita berbicara usaha, atau berwirausaha, kitabutuh kreativitas, sebenarnya kalau menurut saya kreativitas itu bukanlah pembeda, tapi kreativitas itu pemberi nilai lebih atas usaha yang kita jalankan.

Boleh kita sama sama menjual es teh atau gorengan, tetapi yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana kreativitas kita atas es teh dan gorengan tersebut. Apakah Kita menjual es the dan gorengan hanya dengan sekedar menjual, apakah kita masih berpikir ngapain jual gorengan dan es teh saja pakai neko neko.

Jika kamu masih mempunyai pikiran seperti itu, coba kamu banyangkan jika menjual es the dan gorengan dengan kreativitas, mungkin dengan mempercantik gelas dari es teh tersebut, mengganti gelas lama dengan gelas yang baru, yang lebih ekicing, yang biasanya hanya cowok saja yang beli, tapi sekarang cewek udah mau belie s the yang kita buat. Atau bisa juga dengan menambahkan cita rasa pada es teh tersebut, atau memberikan sedikit pengalaman pada pembuatan es the tersebut.

Coba contoh teh poci, jika kita membuat the poci di rumah, mungkin hanya sekedar memanaskan air terus dikasih gula dan the, tapi coba jika kita membuat the di café atau tempat nongkrong, biasanya kita tidak disuguhin the yang siap minum, tetapi kita disuguhin bahan untuk membuat teh dan perlengkapannya, seperti poci, ceret, gula batu. Disitu kita diberikan rasa pengalaman cara untuk membuat teh.

Contoh lain adalah fenomena starbuck, kenapa kok di starbuck kopi begitu mahal, apa kelebihannya, mungkin jika kita hanya berpikir kopinya, ya sama saja dengan kopi kopi yang lain, jadi apa yang menjadikan kopi di starbuck mahal, salah satunya adalah keberhasilan starbuck memberikan nilai lebih atas produk yang dijualnya, mulai dari cita rasa, tempat, pengalaman, dan kenyamanan. Itu semua adalah hasil dari kreativitas.

Contoh lain yang bisa kamu adopsi adalah keberhasilan angkringan nasi kucing 78 dalam menjalankan usahanya, pastinya kebanyakan orang berpikir, apa yang bisa dikembangakan dari bisnis angkringan, angkringan yang seperti itu, duduk lesehan, minum kopi, ngobrol, dll. Tapi dengan sedikit kreativitas, Owner Angkringan Nasi Kucing 78, Bayu Triangga berhasil mendobrak anggapan miring itu.

Oke, kembali ke topic semula, Kreativitas adalah Lokomotive, Gerbongnya adalah Bidang Usaha, kenapa kok demikian? Sekarang ini banyak pelaku usaha yang tercebak pada kata “Ide Buntu”, mereka tidak tahu lagi hal apa yang bisa dikembangkan. Tidak tahu karena sudah tidak mau repot mikir atau tidak tahu karena ilmunya masih minim.

Jika alasan pertama yang menjadi jawaban, maka matilah sudah, dia akan termakan makan zona nyaman dan pasrah dengan keadaan sehari hari, jualan kopi dan es teh ya kayak gini, mau diapakan lagi.

Seperti yang sudah dicontohkan dari fenomena starbuck, sebenarnya dengan sedikit kreativitas akan sangat mempengaruhi peningkatan omzet dan nilai jual. Dengan kerativitas, penataan ulang demi pelayanan yang baik, memuaskan pembeli dan unggul dengan competitor menjadikan rumus yang harus dilakukan.

Sebenarnya dengan kamu memutuskan untuk puas atas kondisi nyaman kamu, convert Zone, kamu secara tidak langsung membatasi rejeki kamu, andai kamu mau melakukan sedikit kreativitas, maka secara otomatis harga jual produk kamu akan naik.

Jadi apapun usaha yang kamu jalankan, apapun usaha yang mau kamu jalankan, Kreativitas adalah Lokomotive nya, sedangkan Gerbongnya adalah Bidang Usaha, jangan dibalik dan usahakan untuk menjaga lokomotivenya dengan berbagai kreativitas yang kamu miliki.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kisah Inspirasi Eka Lesmana Berkenalan dengan Google Adsense

Siapa sih yang tak ingin jadi Pengusaha Muda Sukses seperti Yasa Singgih