in

Café Kancakona, Konsep Café Ala Santri Yang Cozy

Instagram @kancakonakopijember

Budaya nongkrong di café tidak hanya menjadi gaya hidup masyarakat di Kota Besar saja, namun juga menjadi trand dikalangan Santri, di Jember Jawa Timur tedapat café menjadi tempat nongkrong para santri, mungkin kita sudah biasa temukan konsep café yang yang disandingkan dengan hiburan seperti konser, Live Music, Nonton Bareng, tujuannya tak lain tak bukan untuk menarik para pengunjung agar datang dan berlama-lama nongkrong di café.

Instagram @kancakonakopijember

Tetapi berbeda dengan café yang satu ini, Café Kancakona ini memberikan konsep café yang berbeda, bukan hiburan melainkan di Café Kancakona selain bisa menikmati kopi khas Nusantara, kamu juga bisa belajar ilmu agama dari Kita Kuning khazanah Pondok Pensatren.

Baca Juga: 5 Aplikasi Edit Foto Terbaik Yang Wajib Kamu Gunakan di HP Mu

Memang sengaja Café Kancakona didirikan membidik segmentasi para santri, tetapi tidak menutup kemungkinan juga semua orang yang ingin belajar dan berdiskusi ilmu agama, penentuan segemntasi ini tidak tanpa alasan, pemilik sadar jika di Kota Jember ada sekitar 600 lebih pondok pesantren dengan puluhan ribu santri, untuk itu semua menu yang disajikan sangat erat dengan istilah santri, misalnya Kopi Syariat, Kopi Hakikat, dan Kopi Tharikat, begitu juga dengan menu makanannya, ada Nasi Goreng Kyai, Nasi Goreng Santri, dll. Penamaan ini tak lain agar para santri saruang yang sebelumnya mau masuk café merasa tidak enak, tetapi tidak untuk masuk ke Café Kancakona.

Keunikan café kancakona juga diperkuat dengan jargonnya yaitu Ngopi, Ngaji dan Berbagi, jadi di café Kancakona tidak hanya menjadi tempat nongkrong, pengunjung juga bisa mengaji ilmu agama, café Kancakona menyediakan perpustakaan mini yang berisi buku agama dan kita kuning, tak heran jika pada waktu sore hari tiba para santri dari berbagai Pondok Pesantren selalu memenuhi kursi dan mejad di Café Kancakona, mereka selalu menyempatkan diri minum kopi sambil berdiskusi usai mengikuti aktivitas perkuliahan di sejmlah perguruan tinggi yang ada di sekitar Jember.

Instagram @kancakonakopijember

Café Kancakona menyajikan berbagai macam Kopi Nusantara yang didatangkan langsung dari daerah asalnya sehingga cita rasa kopinya tetap terjaga, ada kopi gayuh yang berasal dari Aceh, Kopi mandailing yang diambil dari Sulawesi Tenggara, Kopi Bali kintamani dari Pulau dewata, Kopi Halu pink banana dari jawa barat, Sukmaela dari Jember, Java Blue Mountain dari Bondowoso, Kayumas dari Situbondo dan kopi robusta arjuna dari Pasuruan.

Baca Juga: 5 Aplikasi Chatting Lokal yang Layak Dicoba Gantikan WhatsApp

Kopi Nusantara ini diracik oleh Barista Profesional dengan berbagai macam teknik modern seperti sibon, cloudbraw, aeropress, dan before oven, masing masing teknik penyeduhan ini menghasilkan cita rasa yang berbeda beda, teknik sibon menghasilkan rasa kopi yang sangat kuat, teknik before oven menciptakan rasa kopi yang halus dan teknik cloudbraw menghasilkan cita rasa kacang kacangan.

Selain rasa kopinya yang nikmat, café Kancakona juga bernuansa kcasic islami, beberapa sudut dinding dihiasi lukisan findage, syiir tentang kopi berbahasa arab dan music islami sehingga membuat pengunjung betah untuk berlama lama.

Kanca Kona artinya teman lama, suasana pertama yang saya rasakan sangat menawan kombinasi warna hitam dan putih dan didinding terdapat lafad arab, saya penasaran memangnya ini café apa sih, Ujar salah satu pengunjung Café Kancakona.

Instagram @kancakonakopijember

Selain santri, café Kancakona belakangan ini juga tempat ngopi para ustadz, gus atau kyai Pondok Pesantren, harga kopi yang ditawarkan bervariasi mulai dari 5rb rupiah sampai dengan 30rb rupiah per cangkir.

Café Kancakona sendiri didirikan dan dikelola oleh santri alumni pondok pesantren Annuqayah sumenep yang tersebar di wilayah eks karsidenan Besuki, mereka mengumpulkan modal dengan cara iuran saham yang hasilnya nanti dapat dinikmati bersama untuk kesejahteraan santri.

Dari cuplikan cerita didirikannya Café Kancakona, apasih ilmu yang bisa kita ambil dari cerita tersebut, satu hal yang menarik perhatian saya adalah konsep dari Café Kancakona sendiri, ketika banyak café yang memberikan konsep Lifestyle dengan memberikan banyak hiburan seperti Life Music, Nobar, dll. Café Kancakona mengambil ceruk yang berbeda, tidak mengikuti alur kebanyakan konsep kebanyakan café.

Baca Juga: Penyebab Bangkrutnya Nokia dan Kodak, Pastikan Bisnismu Tidak Bernasib Sama!

Selain itu ilmu yang bisa kita ambil adalah founder café Kancakona sadar jika Pondok Pesentren di Jember Jawa Timur Jumlahnya sangat banyak, sehingga jumlah tersebut merupakan pangsa pasar yang besar untuk café Kancakona, Founder café Kancakona sadar jika kebiasaan santri merasa tidak enak untuk masuk café-café lainnya, inilah yang ditangkap oleh Faunder Café Kancakona, dengan kata lain café Kancakona sudah melihat jumlah pangsa pasar yang akan dituju dan kesempatan untuk membuat konsep yang berbeda dengan konsep café yang lain.

Hal lain yang bisa diambil adalah pentingnya untuk menentukan segmentasi pasar, hal ini juga dilakukan oleh Café Kancakona, Café Kancakona mempunyai segemnetasi untuk kalangan santri dan orang-orang yang ingin belajar ilmu agama.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penyebab Bangkrutnya Nokia dan Kodak, Pastikan Bisnismu Tidak Bernasib Sama!

Inspirasi Hidup Handry Satriago, Pimpin GE Indonesia dari Atas Kursi Roda